My life changing hobby

Dulu, saat ditanya orang atau menulis di CV tentang hobi, aku selalu bingung harus menjawab apa. Aku tidak terlalu suka membaca buku, menulis blog, tidak bisa menari, menyanyi, memasak, memelihara sesuatu atau bepergian. Semua kegiatan ku terasa biasa saja, tidak kudalami dengan serius. Aku tidak punya hobi. Itu yang selalu kukatakan pada orang-orang sedangkan di CV biasanya aku menulis asal saja, misalnya membaca atau memasak.

Sebenarnya aku merasa hidupku hampa. Aku ingin punya hobi seperti orang lain. Suamiku sendiri punya banyak hobi. Dia sangat menyukai sepeda, merakit robot (gundam) dan memelihara ikan. Semuanya dia lakukan dengan hati dan serius. Uang yang keluar pun tidak sedikit, tapi dia tetap melakukannya karena dia menyukainya. Teman-temanku yang lain punya hobi fotografi, traveling, memasak. Mereka mengerti betul detail hobinya dan menekuninya dengan serius sehingga menghasilkan foto, cerita traveling atau masakan yang bagus. Aku sempat merasa tertekan karena tidak punya hobi. Mungkin hal ini terdengar lucu atau mengada-ada tapi saat itu aku memang sempat curhat dan menumpahkan kekesalanku pada seorang teman karena aku tidak bisa seperti orang lain yang punya hobi.

Hingga akhirnya aku tinggal di Belanda, tengah tahun 2008.

Orang Belanda sangat suka bercocok tanam. Kadang kita bisa membedakan rumah orang Belanda dan non-Belanda dari rumahnya. Di musim semi, rumah mereka selalu penuh dengan tanaman indah yang tertata rapi. Meski tinggal di apartemen, mereka pasti mempunyai (minimal satu) tanaman, misalnya anggrek yang ditaruh di pinggir jendela. Hal inilah yang membuatku ingin menanam bunga di apartemenku. Selain itu aku merasa tertantang untuk menanam tulip, sebuah tanaman indah yang membuat Belanda terkenal di penjuru dunia. Akhirnya di musim gugur tahun 2008 aku menanam tulip-tulip perdanaku.

Di musim semi tahun berikutnya, tulip-tulip itu tumbuh dan berbunga dengan indah. Aku sangat senang dan memantapkan diri untuk menanam beberapa tanaman di balkon belakang apartemenku. Tetapi kemudian aku pindah ke apartemen yang tidak memiliki balkon. Aku tidak bisa menanam tulip lagi, karena tulip butuh tidur di bawah tumpukan salju di musim dingin. Aku mulai melupakan keinginanku untuk bercocok tanam, apalagi saat itu aku mulai sibuk dengan bayiku.

Di tengah tahun 2011 aku pindah lagi ke apartemen yang lebih luas dan memiliki balkon belakang. Tapi aku tidak segera memulai bercocok tanam hingga akhir tahun. Masalah riset dan kesibukanku mengurus bayiku yang kurang sehat menyita waktu dan fikiranku. Menjelang musim dingin tahun itu aku melihat diskon berbagai umbi tanaman dan tanah untuk pot di supermarket dekat rumah. Aku terpana dengan gambar bunga lily putih di salah satu box umbi itu. Bunga lily memang adalah salah satu bunga kesukaanku. Aku langsung membeli 2 box umbi dan satu zak tanah. Lalu aku mampir ke toko serba ada untuk membeli pot. Sesampainya di rumah aku menanam umbi-umbi itu. Di awal musim semi tahun 2012 tunas daun bunga lily itu tumbuh. Aku merawatnya dengan cinta, hampir tiap hari aku menengoknya.

Menjelang musim panas, kuncup bunga lilynya mulai muncul. Di tiap tangkainya ada 3 bunga. Makin lama kuncup ini makin besar dan akhirnya mekar di akhir bulan Juli. Hatiku membuncah karena gembira. Bunga lilyku besar sekali, diameternya selebar telapak tanganku. Berwarna putih bersih, bunga ini berbau harum sekali. Aku memotong bunga-bunga ini dan menatanya di vas agar bisa kunikmati di dalam rumah. Rangkaian bunga ini membuat harum rumahkku selama berhari-hari. Suami dan semua teman yang berkunjung memuji bungaku. Bunga ini adalah Stargazer lily.

Buket Stargazer Lily dari balkon belakang
Buket Stargazer Lily dari balkon belakang

Saat itulah aku memantapkan diri lagi untuk bercocok tanam. Kepuasan dan kebahagiaan yang tidak dapat dilukiskan kudapatkan saat menanam, merawat dan akhirnya melihat tanaman-tanamanku berbunga dan berbuah. Akhirnya….aku menemukan hobiku. 🙂

Sena ikut menyiram tanaman dengan penyiram tanaman mainan
Sena ikut menyiram tanaman dengan penyiram tanaman mainan

Hingga saat ini aku masih menekuni hobiku ini dan mencanangkan proyek pribadi, my balcony garden project. Aku menanam berbagai tanaman dari biji/umbi seperti cabe, tomat, strawberry, daun bawang, buncis, kapri, tulip, dahlia, bunga matahari dan lain-lain. Aku mencoba menanam tanaman yang kukonsumsi tiap hari, selain memberi kepuasan tersendiri saat memetik panennya, ternyata aku bisa berhemat beberapa euro. Putraku yang berumur 3 tahun juga senang membantuku menyiram tanaman-tanaman itu. Hampir tiap hari dia menghitung buah strawberry yang muncul dan segera memetiknya saat sudah berwarna merah. Suamiku pun akhirnya tertarik dengan hobiku ini, saat dia melihat keindahan anggrek-anggrekku yang berbunga lebat dan tahan lama. Bunga anggrek putihku bahkan mekar sampai 5 bulan.

phalaenopsis, bunganya mekar selama 5 bulan
phalaenopsis, bunganya mekar selama 5 bulan

Aku tidak cukup puas dengan hasil yang kucapai saat ini. Aku tetap rajin membuka-buka laman gardening di internet dan belajar tentang berbagai teknik gardening, seperti companion planting, mengatasi hama dan lain-lain. Hasil pembelajaranku ini menghasilkan panen tahun ini yang menurutku lebih baik dari tahun lalu, bahkan stargazer lilyku bisa berbunga kembali.

Buncis berbuah besar dan panjang
Buncis berbuah besar dan panjang

Bagiku hobiku ini telah merubah hidupku. Aku merasa punya tambahan semangat saat bangun di pagi hari. Membuka pintu balkon dan mendapati bunga-bunga yang bermekaran dan buncis, tomat dan cabe yang menggantung di pohon adalah sebuah kepuasan tersendiri. Melihat senyum di anggota keluarga dan teman yang ikut menikmati keindahan ini adalah kebahagian yang tidak terbayarkan. Selain itu hobi ini membuatku terus belajar dan bereksperimen, dan aku menyukainya.

Salah satu bunga di balkon belakang rumahku.
Salah satu bunga di balkon belakang rumahku.

Sekilas tentang Stargazer Lily.

Stargazer lily adalah salah satu anggota Oriental lily yang terkenal dengan kelopaknya yang lebar dan menghadap ke langit, sesuai dengan namanya. Bunga ini berbau wangi dan mekar di tengah/akhir musim panas karena dia membutuhkan banyak sinar matahari. Dikembangkan pertama kali oleh Leslie Woodruff pada tahun 1978, bunga ini memiliki berbagai varian warna. Bunga berwarna putih biasanya digunakan dalam acara pernikahan karena memberikan simbol kemurnian dan kesederhanaan. Symbol yang bagus untuk memulai hidup baru dalam ikatan pernikahan.

Referensi:

http://www.lilyflowerstore.com/lily-facts/meaning-of-stargazer-lily.html

Tulisan ini di ikutsertakan dalam “Give Away AKu dan Pohon” yang di adakan dalam rangka ulang tahun Mbak Murtiyarini.  Selamat ulang tahun mbak, semoga selalu sehat dan tambah sukses. 🙂

Review on my balcony project 2013 (1)

Mendekati akhir musim panas ini, aku ingin mereview tentang balcony projectku tahun ini.

Kumulai sejak akhir bulan Februari 2013, aku merasa project kali ini cukup berhasil. Berkaca pada masalah-2 yang kualami tahun lalu, aku berusaha mencari solusinya untuk tahun ini. Meskipun musim dingin tahun ini cukup panjang, kami masih medapatkan salju di bulan mei, aku berhasil menjaga tanaman-2ku untuk tetap hidup, berbunga dan berbuah.

benih yang baru tumbuh
benih yang baru tumbuh
benih buncis dan sugar peas dalam pot
benih buncis dan sugar peas dalam pot

Aku akan memulai membahas satu persatu tanaman yang kutanam kali ini. Catatan ini sebagai pengingat bagiku dan menjadi pelajaran agar aku tidak mengulang lagi kesalahan-2 tahun ini.

Buncis berbuah besar dan panjang
Buncis berbuah besar dan panjang

1. Buncis.

Aku mendapat biji buncis dari Lidl. Bijinya kutanam di akhir februari dan kusimpan di dalam rumah. 2 minggu kemudian benih sudah berdaun. Aku menunggu hingga daunnya lebih dari 4 dan cuaca di luar menghangat. Pada akhir maret aku menanam benih-2 ini di pot dan kutaruh diluar. Tak disangka cuaca memburuk dan mendingin selama beberapa hari. Buncis-2 mudaku mati kedinginan. Aku segera menanam lagi bijinya dan menyimpan mereka di dalam rumah hingga cuaca benar-2 hangat.

Buncis adalah tumbuhan merambat yang pertumbuhannya sangat cepat. Aku membutuhkan kayu penyangga yang kuat dan panjang sebagai media rambatan. Karena susah mendapatkan kayu yang panjang disini, aku memakai kayu penyangga anggrek lalu menyambungnya dengan tali yang dikaitkan ke pagar balkon. Akhirnya buncisku merambat di kayu, tali lalu ke pagar tembok. Saat matahari tidak terlalu terik, hal ini tidak masalah. Tetapi saat matahari bersinar sangat panas, >30C, pagar balkonku memanas, sehingga daun-2 buncisku kering terbakar.

Buncisku juga tidak luput dari hama nymph. Hama ini menyerang daun-2 muda dan mengisap makanan disana, mengakibatkan daun kering dan mati. Bunga-2 buncis juga diserang, menyebabkan bunga mati dan gagal berbuah. Untuk mengatasi hama ini aku menggunakan insecticide organic (campuran bawang putih, cabe, minyak dan sabun cuci piring dalam air). Insecticide ini kusemprotkan di pagi hari setelah semua tanaman kusiram. Penyemprotan rutin selama 2-3 hari mampu mengusir nymph, tetapi beberapa minggu kemudian harus diulang lagi, karena hama ini akan cepat kembali saat ada daun/bunga muda.

Memasuki bulan Juli, buncisku berbuah cukup lebat. Satu pohon bisa menghasilkan >10 buncis panjang. Rasanya segar dan manis. Definitely different with those I bought in the supermarket.

sugar peas
sugar peas

2. Sugar peas (kapri).

Aku memilih menanam buncis dan sugar peas karena aku sering memakai kedua dalam masakanku. Harga keduanya sebenarnya tidak terlalu mahal dibanding sayur lain. Tapi menurutku rasanya akan tetap berbeda jika kita bisa memetiknya langsung dari kebun. Jadi saat ada promosi berbagai biji tanaman di Lidl aku memberi berbagai macam biji, termasuk buncis dan sugar peas.

Teknik menanam dan merawat sugar peas tidak berbeda dengan buncis. Aku menyebar bijinya di saat yang sama dan memindahkannya ke pot bersama-2. Buah sugar peas per pohon juga cukup banyak. Buah-2 ini sangat segar, crunchy dan manis. Polongnya juga cukup besar. Aku sering memetiknya lalu memakannya langsung. Dia juga cukup sering berbunga, terutama saat matahari bersinar cerah (tidak terlalu panas). Di akhir bulan Juli matahari bersinar terik sekali. Hal ini menyebabkan tanah di pot sugar peas cepat kering dan daunnya mengering. In the other hand, buncisku masih bisa bertahan, daunnya masih hijau dan lebat.

3. Terong

Aku sangat suka terong, dimasak balado atau lodeh. Tapi kami jarang membelinya karena suamiku kurang suka dan harganya cukup mahal. Satu biji terong bisa seharga 1 euro. Jadi aku memutuskan untuk menanam terong saja. Kebetulan bijinya dijual di Lidl.

Terong
Terong

Aku menyemai bijinya bersamaan dengan buncis dan sugar peas. Setelah berdaun >4 aku memindahkannya dalam pot. Tetapi daun muda ini sangat disukai oleh nymph. Serangan hama yang cukup parah menyebabkan beberapa pohon terongku mati. Sekarang hanya tersisa 2 pohon. Kelihatannya pohon ini sangat butuh matahari. Akan lebih baik jika aku menanamnya di akhir musim semi, bukan di awal seperti yang kulakukan tahun ini. Pengawasan extra terhadap daun-2 mudanya sangat diperlukan karena nymph sangat menyukainya.

As per hari ini (30 juli 2013) beberapa bunga terong sudah muncul di salah satu pohon yang tersisa. Semoga mereka bisa tumbuh banyak dan besar.