DDBY jilid 2

Olala…postingan terakhirku di blog ini sudah hampir setahun yang lalu πŸ˜€

Kali ini aku mau cerita tentang DDBY jilid 2 πŸ˜‰

DDBY adalah singkatan dede bayi. Dulu, saat mengandung Sena, istilah ini muncul. Ada beberapa posts tentang proses kehamilan dan kelahiran Sena. Saat itu aku masih rajin menulis blog. Ternyata tulisan-tulisan itu bermanfaat juga untuk beberapa orang pembaca dan terutama untukku saat mengandung anak kedua ini. πŸ™‚

Yup, Alhamdulillah kami diberi kepercayaan lagi untuk menjaga titipan Allah. Saat ini aku sedang mengandung (minggu ke-23). πŸ™‚

Sekitar bulan April-MeiΒ 2016, aku merasa lemah dan sering sakit. Aku mulai sering mual-mual dan muntah. Tapi saat itu aku pikir aku memang sedang sakit karena pergantian musim dan stress karena aku sedang mengerjakan proses terakhir dari thesisku. Β Aku pun mengkonsumsi obat batuk yang dosisnya cukup tinggi, berharap sakitku segera sembuh. Akhirnya aku curiga dan melakukan test-pack yang menunjukkan hasil positif. Antara kaget, senang, takut, perasaan kami campur aduk saat menerima berita ini. Tapi akhirnya kami sadar, Allah memberikan kepercayaan kepada kami untuk merawat bayi ini, dan kami bersyukur pada Allah SWT. πŸ™‚

Akupun segera menghubungi bidan (midwife) di pusat kesehatan terdekat, untuk membuat jadwal periksa pertama. Meski aku khawatir akan efek samping obat-obatan yang kukonsumsi saat itu, aku tidak bisa berbuat apa-apa. Bidan tidak bisa memeriksaku lebih awal, pemeriksaan pertama harus dilakukan pada minggu ke-8 dari kehamilan.

Saat pemeriksaan pertama, aku mendapatkan vaginal-ultrasound. USG ini bertujuan untuk mengetahui detak jantung bayi, berapa jumlah janin dan apakah janin menempel di dalam uterus. Bidan juga menjelaskan tentang berbagai hal yang harus disiapkan oleh orang tua selama kehamilan seperti menghubungi Kraamzorg (bidan yang membantu merawat bayi di rumah setelah kelahiran), asuransi dan berbagai tes yang harus di jalani selama kehamilan, seperti USG, prenatal screening, anomaly tes, tes darah dan Down syndrome tes. Bidan memberikan satu set map dan brosur yang harus kubawa setiap kali datang untuk check up.

Dua minggu kemudian (minggu ke-10) aku datang lagi untuk melakukan USG due date (HPL) dan tes darah. Alhamdulillah bidan memperkiraan HPL adalah 16 Desember 2016. Setelah mengetahui HPL, aku bisa menghubungi pihak asuransi, sehingga biaya medis ku selama kehamilan bisa segera dicover. Kebetulan aku memakai asuransi OHRA (level basic). Ternyata level ini hanya mengcover konsultasi bidan, USG, proses melahirkan di rumah/rumah sakit (jika ada medical reason) dan pendaftaran kraamzorg. Jika aku ingin mendapatkan coverage yang lebih luas, aku harus meningkatkan level asuransiku (ke level Uitgebreid). Hal ini bisa dilakukan di bulan-bulan terakhir kehamilan. Setelah proses kehamilan-kelahiran selesai, level asuransi bisa diturunkan kembali (as per January). Selain menghubungi asuransi, aku juga harus mendaftar ke Kraamzorg. Setelah mencari rekomendasi dari teman-teman di Eindhoven, aku memutuskan untuk mendaftar di ZuidZorg Kraamzorg. Pertimbangannya karena agen kraamzorg ini adalah yang terbesar di Eindhoven dan memiliki banyak pengalaman dengan foreigner sehingga aku berharap mereka benar-benar bisa membantuku merawat bayiku di minggu pertama kelahirannya tanpa ada kendala bahasa atau budaya. Pada minggu ini aku juga harus membuat janji periksa USG prenatal screening di Diagnostiek voor U (DvU) untuk minggu ke-20 kehamilan.

Selama menunggu hingga minggu ke-20, ternyata aku mengalami beberapa masalah. Mual-muntah ku terlalu parah. Kadang aku mual sepanjang hari dan harus muntah sebanyak 5 kali sehari. Selain itu, aku mengeluarkan brown-discharge hampir setiap hari, saat aku beraktivitas. Padahal aktivitas yang kulakukan adalah aktivitas normal seperti belanja, mengantar Sena sekolah, memasak, membersihkan rumah dll. Karena hal-hal ini tidak normal maka dokter memberikanku obat pereda mual selama 2 bulan. Bidan juga merekomendasikanku untuk periksa ke gynaecoloog Β di RS MMC-Veldhoven untuk mengetahui penyebab keluarnya brown-discharge. Setelah menjalani beberapa kali kunjungan ke RS untuk melakukan pap-smear test dan infection test, dokter menyimpulkan tidak ada infeksi di dalam uterus, tetapi saluran cervix ku memang agak mudah berdarah. Hal ini kemungkinan karena banyak kelenjar darah yang terbentuk disana selama awal proses kehamilan. Aku hanya disarankan untuk mengurangi aktivitas saja. Ternyata setelah kehamilan memasuki bulan ke-4, brown-discharge dan mual-muntah yang kualami berhenti dengan sendirinya.

Tiba saatnya aku melakukan prenatal screening di DvU (minggu ke-21). Petugas USG memeriksa ukuran kepala, perut, kaki, tangan dan semua organ tubuh bayi. Kesimpulan dari tes ini mengatakan bahwa bayiku memiliki organel yang lengkap tapi ukurannya terlalu kecil. DDBY-2 ternyata memiliki jenis kelamin perempuan. Alhamdulillah. Petugas DvU merekomendasikan aku untuk melakukan double tes USG di RS MMC (minggu ke-22). Setelah pergi ke RS, ternyata hasilnya sama. Dokter gynaecoloog merekomendasikan aku untuk melakukan Advance USG di Academisch Ziekenhuis Maasctricht (minggu ke-23). Hasil advance USG menyatakan bahwa tidak ada anomali dan infeksi pada bayi, tetapi ukuran perutnya agak kecil. Jadi mereka akan memantau perkembangan bayiku lebih intensif. USG akan dilakukan 2 minggu lagi di RS MMC.

Sebenarnya kami sudah bersiap menerima berita bahwa ukuran bayiku kecil, karena dulu Sena dulu dinyatakan seperti itu. Tapi Alhamdulillah setelah pemeriksaan intensif, bayi Sena tumbuh dengan baik selama dalam kandungan dan lahir dengan ukuran normal (3.14 kg). Ada beberapa alasan kenapa ukuran janin kecil, seperti karena secara genetic ukuran orang tuanya tidak terlalu besar, kebiasaan ortu (meroko, minum-minuman keras), terdapat defect/infeksi didalam janin yang menyebabkan janin tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, downsyndrome, dll. Meski dokter memperkirakan ukuran bayiku kecil karena secara genetic akupun tidak terlalu besar, tapi mereka tetap harus mengikuti prosedur beberapa tes USG untuk mengetahui adakah sebab yang lain. Akupun mengikuti saja prosedur itu, menurutku lebih baik berhati-hati dari pada nanti ada masalah di belakang yang tidak terdeteksi.

Demikian catatan tentang DDBY jilid 2, insyaAllah akan diteruskan lagi. Mohon doanya semoga DDBY-2 selalu sehat, lahir dengan selamat, tumbuh jadi anak yang baik, sehat dan sholehah. Amiiin. πŸ™‚

 

DDBY-2 tampak samping :)
DDBY-2 tampak sampingΒ 

Mengenalkan Islam pada anak

Mengenalkan Islam pada anak kecil menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua yang tinggal di negara non-muslim. Kadang susah, tapi bukan berarti tidak bisa. Banyak keluarga muslim Indonesia yang mempunyai putra-putri sholeh dan sholehah. Pintar mengaji, berkepribadian sopan dan baik, berpakaian rapi bahkan banyak yang memakai jilbab sejak kecil. Mereka pun cukup cerdas dan berprestasi di sekolah. Aku dan suami harus banyak belajar dari senior-senior ini yang InsyaAllah sudah terbukti metodenya dalam mendidik anak di Belanda.

Sholat Jumat di Masjid AL Fatih
Sholat Jumat di Masjid AL Fatih

Salah satu ihktiar kami mengenalkan Islam kepada Sena adalah membawanya ke masjid untuk sholat Jumat, jika ada hari libur yang bertepatan dengan hari Jumat. Seperti setiap hari Jumat selama liburan musim panas kemarin. Ternyata dia senang pergi ke masjid, tanpa janji-janji apapun. Dia duduk disamping ayahnya dan mengamati orang-orang yang sholat di masjid. Dia melihat perbedaan bentuk masjid (moskee) dan gereja (kerk). Aku menjelaskan, karena Sena muslim, sena pergi ke moskee untuk sholat. Sedangkan Fabian pergi ke Kerk untuk beribadah karena dia Kristen. Fabian adalah sahabat baik Sena di sekolah.

Alhamdulillah sejak seminggu lalu, Sena rutin ikut aku sholat Dhuhur dan Ashar. Meskipun kadang dia masih sholat sambil goyang-goyang, melongok kesana kemari, buka-buka mukenaku untuk melihat bagaimana posisi tanganku. Tapi aku sangat bangga dan menghargai usahanya untuk belajar sholat. Jadwal sholat yang lain masih terlalu sulit untuk dia ikuti. Subuh di Belanda jatuh di jam 4.30 pagi, Maghrib jam 8.30 malam dan Isya’ jam 11.20 malam. Dia mengikuti gerakan-gerakan sholat dan menirukan bacaan Al Fatihah dan surat-surat pendek yang kubacakan. Sengaja aku membaca surat-surat yang sudah dia hafal seperti Al Iklas, An Naas dan Al Falaq. Tapi itu semua karena dia sedang liburan sekolah. Sejak hari ini Sena masuk kembali ke sekolah. Semoga dia masih mau meneruskan kebiasaan ini.

Mengulang ulang halaman ini hingga lancar (Iqra 3)
Mengulang ulang halaman ini hingga lancar (Iqra 3)

Selain membiasakan sholat, Sena juga rutin mengaji. Meskipun ada TPA di kota kami, tapi Sena tidak bisa ikut karena jadwalnya yang kurang pas. Akhirnya Sena belajar sendiri di rumah, di ajar oleh ayahnya. Sena mengaji tiap sore hari selama kurang lebih 15 menit. Alhamdulillah sekarang Sena sudah berada di pertengahan Iqra 3. Setelah membaca Iqra, Sena menghafal surat pendek lalu tidur.

Kami membiasakan Sena memakai baju yang rapi jika pergi keluar rumah. Ternyata Sena suka memakai baju koko, bahkan untuk pergi ke sekolah. Hari Jumat adalah hari dimana dia memakai baju koko atau batik dari Indonesia. Dia sangat bangga dan menceritakan tentang bajunya kepada bu guru dan teman-teman di sekolah. Alhamdulillah, pihak sekolah pun tidak mempermasalahkan dia memakai baju yang sedikit “berbeda” dari teman-temannya.

Sena suka memakai baju koko
Sena suka memakai baju koko

Kami juga berusaha mengenalkan Sena pada Allah. Saat dia senang, kami ingatkan dia bahwa kesenangan itu berasal dari Allah dan Sena harus mengucapkan Alhamdulillah atau danke wel Allah. Saat dia pengen sesuatu, kami biasakan dia untuk berdoa meminta pada Allah. Terlebih jika dia sakit atau salah satu dari kami sakit. Dia akan segera berdoa: Ya Allah, Sena mau Bunda better. Danke wel Allah. πŸ™‚

Meski hingga saat ini hanya ini yang bisa kami lakukan untuk mengenalkan Sena pada Islam, insyaAllah kami akan konsisten. Sehingga nilai-nilai Islam akan tetap dipegang teguh oleh Sena hingga dewasa nanti, sebagai pegangan hidupnya. Dan menjadikan dia sebagai anak yang sholeh. Amiiin.

Summer vacation at home is FUN

Liburan musim panas kali ini kami tidak pergi kemana-mana. Jadi aku harus mencari ide kegiatan apa saja yang bisa di lakukan Sena selama liburan di rumah. Liburan musim panas di Belanda sekitar 6 minggu, cukup lama kan hehe πŸ˜€

Awalnya aku takut dia bosan dan sedih karena kami tidak pergi berlibur seperti teman-temannya. Tapi Alhamdulillah dia baik-baik saja dan tidak merasa bosan, hingga akhirnya liburan musim panas kali ini hampir berakhir.

bermain di private playground
bermain di private playground

Di awal liburan, cuaca Belanda kurang bagus. Kadang hujan gerimis turun sepanjang hari. Jadi kami hanya bermain di dalam rumah. Sena bermain Lego, Squla (educative games di laptop), mobil-mobilan, nonton tv, dan membaca buku. Aku mengatur tempat bermainnya sedemikian rupa seperti ruang bermain di sekolahnya. Jadi dia bermain Lego dan Duplo di Building corner, bermain Squla di Computer corner, membaca buku di Book corner, dan lain-lain. Dengan begitu dia bisa belajar disiplin seperti di sekolah, bermain di tempat masing-masing. Aku juga tidak terlalu repot saat membersihkan mainan-mainannya.

having fun with best friends
having fun with best friends

Saat cuaca makin membaik, kami pergi ke playground. Ada banyak 5 playground di kompleks rumah kami. Jadi kami bermain di satu playground hari ini, dan di playgound lain keesokan harinya. Sena senang sekali bermain pasir, seluncuran, memanjat dan berlari-larian. Tapi tidak banyak anak-anak yang bermain, sebagian besar dari mereka pergi berlibur bersama keluarganya. Memang orang Belanda sangat suka berlibur, terutama di musim panas. Mereka selalu mengambil jatah libur minimal 3 minggu selama musim panas.

Berkunjung ke rumah teman
Berkunjung ke rumah teman

Agar Sena tidak melupakan kemampuan berbahasa belandanya (karena kami memakai bahasa Indonesia selama di rumah), aku membawanya bermain ke rumah teman Sena atau mengundang temannya datang ke rumah. Jadi dia tetap bisa bersosialisasi sekalian mengusir rasa bosannya bermain sendiri di rumah. Kadang kami pergi ke perpustakaan, ke supermarket, berenang dan bermain di indoor playground besar di pusat kota. Hampir tiap hari Sabtu kami pergi menjenguk teman-temanku yang baru melahirkan. Sepertinya banyak sekali bayi lahir di musim panas πŸ˜€ Dari kecil Sena suka melihat bayi. Dia menganggap semua bayi-bayi itu adalah adiknya hehe πŸ˜€

Suamiku juga mengambil cuti selama 3 minggu. Ada dua kegiatan penting yang harus dia lakukan selama musim panas ini. Dia berencana mengecat sebagian tembok rumah kami dan mengajari Sena naik sepeda. Kami berharap dia sudah lancar naik sepeda saat liburan selesai. Pekerjaan mengecat ini cukup membuat stress karena cuaca Belanda yang berubah deng

Kraambezoek to baby Rana
Kraambezoek to baby Rana

an cepat. Kadang seharian matahari bersinar dengan terik, tiba-tiba di malam hari hujan turun dengan deras. Jadi suamiku harus mengecat temboknya berulang-ulang agar mendapat hasil cat yang rata. Alhamdulillah Sena bisa lumayan cepat belajar naik sepeda. Meski sempat takut dan mogok tidak mau belajar lagi setelah dia terjatuh dari sepeda yang baru dicopot roda tambahannya, akhirnya Sena sudah bisa naik sepeda roda dua. Total waktu yang diperlukan sekitar 2 minggu. Tiap hari dia belajar 2 kali, sekitar 15-20 menit. Sayang sekali sudah dua hari ini hujan turun tanpa henti, jadi Sena belum belajar naik sepeda lagi agar lebih lancar. Jadi kemungkinan kami belum berani membiarkan dia naik sepeda sendiri ke sekolah minggu depan. Biasanya lalu lintas di sekitar sekolah cukup padat di pagi hari, masih terlalu berbahaya untuk Sena.

Bersepeda roda dua
Bersepeda roda dua

Demikianlah kegiatan Sena selama liburan musim panas tahun 2015.

Play date (Afspreken)

Sejak menjadi murid basisschool, Sena mulai mendapat undangan play date (afspreken) sepulang sekolah. Dalam play date, dua atau tiga anak bermain bersama sepulang sekolah di salah satu rumah anak-anak tersebut selama 2-3 jam. Biasanya orang tua meninggalkan mereka bermain dibawah pengawasan tuan rumah, lalu setelah 2-3 jam mereka akan di jemput.

Awalnya aku enggan membawa Sena untuk play date karena aku khawatir Sena (dan aku) tidak bisa berkomunikasi dengan temannya. Karena aku tidak bisa berbahasa Belanda. Tapi lama-lama aku menyadari bahwa play date adalah hal yang biasa untuk anak-anak seusia Sena dan penting untuk proses adaptasi dan bergaul di sekolah. Maka aku izinkan dia play date di rumah Kyan. Kyan adalah anak keturunan Indonesia-Korea-Belanda. Aku kenal baik dengan ibunya. Jadi aku bisa ikut ke rumah Kyan saat play date Sena yang pertama. Aku ingin melihat bagaimana aktivitas Sena saat play date. Ternyata Sena tidak punya masalah komunikasi dengan Kyan (dan mamanya), dia juga bersikap sopan, tidak kasar saat bermain.

Akhirnya undangan play date berdatangan, dari Roel, Luuk, Meintje, Fabian, dll. Sampai saat ini Sena sudah beberapa kali main ke rumah temannya, tapi hanya satu anak yang main ke rumah Sena. Aku memang masih merasa takut jika tidak bisa mengerti/menjawab pertanyaan teman-teman Sena, jika mereka main ke rumah.Β Lagipula teman-teman Sena punya mainan lebih banyak darinya. Sena selalu senang saat pulang ke rumah setelah play date. πŸ˜€

Sena and Fabian play date
Sena and Fabian play date

Tapi menurutku, lebih baik aku menjadwalkan kegiatan ini agar Sena lebih disiplin waktu. Misalnya play date hanya dilakukan 2x seminggu. Aku melihat kegiatan ini punya sisi positif juga. Sena jadi punya lebih banyak teman, kemampuan berbahasanya meningkat dan dia lebih mandiri (main tanpa di temani orang tua). Dia juga belajar bagaimana bersikap di rumah orang lain. Orang tua teman-teman Sena juga mulai mengenal kami dan tidak segan lagi menyapa kami jika bertemu di sekolah atau di jalan. πŸ™‚

Before I forgot…

August 25, 2014: Sena’s first day at elementary school. Went well, so far he has no problems at school. His school is De Startbaan, just 5 mins by bike from home or 10 mins by foot. He starts at 8.30-14.30. He brings his own lunch and snacks (usually sandwiches and fruits. He is in “de Krekels” class, with Juf. Saskia. He has many friends already. Roel, Kyan, Luuk, Fabian, Meintje and Utara are some of his friends. The teacher said he can speak dutch very well at school and very friendly. He can get along with his friends easily. Some important activity in his class:

Monday: Bring something (toys or anything) to support your story about your weekend activity.

Tuesday: Gymnastic

Wednesday: Go home early (at 12.00)

Thursday: Challenge day (he doesn’t like the puzzle games).

Friday: (the first Friday of the month) you can bring toys to school.

October 17, 2014: His first performance with the class in Halloween theme festival. I made his Harry Potter robes and wand.

October 20, 2014: His first autumn vacation. Sometimes I brought him to visit his friend so they can play together. But mostly we stayed at home.

To school, I am going...
To school, I am going…

Diaper-free debut for Sena

Hari minggu lalu kami di undang makan siang di restoran oleh teman di Rotterdam. Aku memutuskan untuk tidak memakaikan diaper untuk Sena. Selama 2 minggu ini Sena sudah melepas diapernya selama di playgroup dan ,Alhamdulillah, program ini cukup berhasil. Aku hanya sekali membawa pulang celana kotornya dari sekolah. Jadi kupikir Sena sudah cukup siap untuk melakukan diaper-free debut di hari itu.

Sesampai di rumah teman di Rotterdam, aku membawa Sena untuk pipis. Setelah itu kami berangkat ke restoran. Disana aku sering bertanya pada Sena apakah dia mau pipis. Akhirnya dia bilang mau pipis. Aku meminta suamiku untuk menemaninya pipis di toilet laki-2. Meski Sena masih kecil, aku merasa kurang nyaman membawanya ke toilet perempuan. Alhamdulillah selama di restoran Sena tidak mengompol.

Setelah itu kami istirahat sebentar di rumah teman sambil menunggu jam untuk menghadiri undangan makan malam seorang teman yang lain (masih di Rotterdam). Tiba-2 Sena minta diantar ke toilet untuk BAB. Alhamdulillah, tes diaper-free kedua hari itu bisa terlewati.

Akhirnya kami berangkat ke restoran untuk makan malam bersama teman. Sesampai disana aku bertanya pada Sena apakah dia ingin pipis. Dia bilang tidak. Tapi saat anak temanku pergi ke toilet untuk pipis, Sena juga ikut, dan akhirnya dia pipis di toilet. Alhamdulillah tes diaper-free ketiga hari itu bisa di lalui.

Kami tiba di rumah menjelang jam 9 malam. Setiba di rumah kami ajak Sena ke toilet untuk pipis, sikat gigi dan cuci muka. Lalu bawa ke kamar untuk tidur. Alhamdulillah diaper-free debut kali ini berhasil. Sena sama sekali tidak ngompol. Kami sangat bangga padanya. πŸ™‚

all the hard work will be rewarded…

Masih tentang toilet training Sena.

Alhamdulillah minggu ini Sena sudah mau pipis sendiri di toilet. Ga mau dibantuin, tapi aku tetep liatin dari pintu. Setelah pipis, aku membasuhnya, karena ternyata dia cuma towel-towel pake tisyu hehe. Ga papa, aku bangga dengan usahanya. Saat dia mau BABpun, dia sudah mulai mau memberitahuku. Aku dan suami sangat senang dengan perkembangan Sena ini.

Memang selama libur musim dingin ini kami sangat intens dalam mengajari Sena untuk pipis dan BAB di toilet. Tak terhitung berapa kali kemarahan dan tangis ku keluarkan. Hingga latihan diaper-free di malam hari membuatku terbangun berkali-kali selama beberapa malam. Cucian pun menggunung. Biasanya aku mencuci Β dua kali tiap minggu, di hari sabtu dan minggu (rate listrik di akhir pekan lebih murah daripada di hari kerja). Tapi selama toilet training ini, aku mencuci hampir tiap hari. Mulai dari baju dan celana Sena, seprai, selimut kasur, selimut sofa dll. Apalagi selama musim dingin kami tidak bisa menjemur cucian di luar. Akhirnya kami harus menjemur cucian di pemanas ruangan (heater). Untung tidak banyak teman datang berkunjung ke rumah, kalau tidak kami pasti malu jika mereka melihat cucian bergelantungan di heater. Untuk menekan pengeluaran listrik akibat menyalakan heater dan mesin cuci terlalu sering, aku menjemur sebagian cucian di ruang kerja dan membiarkannya kering secara alami, meski butuh 2-3 hari untuk kering hehe. Sebagian celana Sena kucuci dengan tangan, tapi karena kulit tanganku sangat sensitive dengan detergen, aku mencuci celana Sena dengan sabun cuci tangan. πŸ˜›

Kami juga sengaja jarang mengajak Sena pergi ke luar. Selain kami malas berdingin-dingin di luar, kami ingin Sena fokus menjalani program diaper-free selama di rumah. Sesekali kami pergi ke rumah teman atau sekedar berbelanja. Saat itu Sena harus kupakein diaper. Aku belum mengajari dia pipis dan BAB di toilet umum. Kurasa suamiku yang nantinya harus lebih aktif dalam hal ini, secara Sena harus pergi ke toilet laki-laki (meski anak seumuran Sena bisa saja pergi ke toilet perempuan, tapi aku merasa agak risih). πŸ˜›

Metode reward and punishment menurutku sangat efektif dalam program toilet training Sena. Setiap dia pipis dan BAB di toilet aku memberikan stiker warna-warni kesukaannya. Dia bebas memilih stiker apa yang diinginkan. Lalu stikernya di tempel di kertas yang kutempel di dinding toilet. Disitu aku juga menempel kertas untukku. Aku dan Sena bersaing, stiker siapa yang lebih banyak di tempel di kertas masing-masing. Sena sangat tertantang untuk menang. πŸ™‚ Setelah stikernya cukup banyak, kami memberi hadiah mainan truk kesayangannya. Hadiah yang murah meriah (1 buku stiker cuma 1 euro, truk mainan cuma 5 euro), tapi sangat efektif.

Jika Sena mengompol (di siang hari) dan BAB di celana, aku akan marah dan membiarkan dia melihat bagaiman susahnya membersihkan pipis dan BABnya yang berceceran. Hal ini kulakukan agar dia merasa bahwa yang dia lakukan tidak benar dan dia akan berusaha tidak mengulanginya. Memang rutinitasku cukup melelahkan jika dia pipis dan BAB di luar toilet. Seluruh rumahku tertutup karpet. Aku harus menyikat bekas pipisnya dan membilaskan beberapa kali untuk menghilangkan najis dan bau. Demikian juga jika dia pipis di sofa. Selimut sofaku cukup besar dan tebal, jadi aku harus mencucinya dengan tangan karena tidak muat saat kumasukkan ke mesin cuci. Hukuman untuk Sena jika dia pipis dan BAB di celana adalah tidak boleh menonton TV. Akhir-2 ini Sena sudah mulai merasa bersalah jika dia pipis dan BAB di celana, dia akan bilang: Sorry, bunda. Jika dia sudah minta maaf seperti itu aku tidak marah, tapi hukumannya tetap di lakukan. Menurutku bagus juga hukuman seperti itu. Dia jadi lebih banyak main dengan mainannya dan lebih aktif bergerak, dari pada duduk di sofa sambil nonton TV.

well, for the wrap up….I guess our hard work has been rewarded. Sena shows good improvement in his toilet training, and I am very proud of him. Good job Sena, Ayah and Bunda loves you… πŸ™‚