Missing him

Sudah lebih dari satu bulan aku sakit pertussis. Selama sakit aku berusaha meminimalisir kontak dengan Sena. Aku takut menularinya, meskipun aku tau dia sudah mendapatkan vaksinasi pertussis.

Aku jadi kangen sekali dengan Sena. Aku tidak bisa bebas memeluk dan menciumnya (meski kadang-kadang tetap kulakukan). Aku tidak bisa mengajaknya bermain di luar, karena saat kena udara dingin aku langsung jadi sulit bernafas, batuk parah (bahkan muntah). Pun, aku tidak bisa menemaninya bermain di dalam rumah terlalu lama. Aku gampang capek dan dadaku sesak.

Di sore hari menjelang tidur, biasanya aku membacakan buku cerita padanya. Tapi sudah lama aku tidak melakukannya karena batukku selalu menyerang menjelang malam. Jika kupaksakan membaca buku, aku membaca sambil batuk-batuk dan terengah-engah.

Di tengah malam kadang serangan batuk itu datang. Sena dan suamiku jadi terbangun karena batukku yang terlalu keras. Sedih sekali melihat mereka tidak bisa nyenyak tidur.

Maafkan bunda ya nak…doakan bunda cepat sembuh. Bunda kangen Sena. 😦

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s