Kinkhoest aka Pertussis aka Whooping cough

Sudah hampir satu bulan ini aku batuk-batuk. Awalnya aku hanya batuk saat cuaca mulai mendingin dan menjelang malam/pagi. Tapi lama-lama aku batuk sepanjang hari. Batuknya kering sekali, tidak ada dahak sama sekali. Mataku sempat berair dan demam sebentar. Menginjak minggu ke 3 setelah aku mulai batuk, batukku semakin parah, hingga muntah berkali-kali. Ritme batuknya seperti serangan tiba-tiba, membuat dadaku sesak dan kesulitan bernapas. Jika batuknya parah, seluruh badanku menegang, wajahku memerah dan panas. Di malam hari aku terbangun berkali-kali karena batuk. Aku mengisolasi diriku di ruang baca dan meminimalisasi kontak dengan Sena agar dia tidak ketularan.

Tadinya aku malas menelfon dokter, karena biasanya mereka cuma menganggap orang batuk itu obatnya adalah tidur. Tapi lama-lama aku tidak tahan. Akhirnya aku menelfon dokter (huisart) untuk periksa. Tapi jadwal terdekat yang kudapat adalah 4 hari kemudian. Karena keadaanku sudah terlihat parah dokter memberi resep tanpa memeriksaku. Aku diberi codeinfosphat 10mg. Aku pernah mengkonsumsi obat beberapa tahun lalu cukup keras dan manjur untuk mengobati batukku saat itu. Tapi setelah seminggu mengkonsumsi obat ini, batukku tak kunjung reda.

Akhirnya aku menelfon dokter lagi dan mendapatkan jadwal keesokan harinya untuk diperiksa. Dokter memeriksa rongga dadaku, Alhamdulillah terdengar bersih, jadi tidak ada infeksi di sana. Diagnosa dokter adalah aku menderita Whopping cough (Pertussis/Kinkhoest). Hanya waktu yang bisa menyembuhkan penyakit ini, yang biasa disebut batuk 100 hari. Jadi aku diminta bersabar menghadapinya dan memberikan codein 20mg untuk meredakan batukku.

Di rumah aku segera mencari tahu tentang penyakit ini. Ternyata ciri-ciri penyakit ini mirip dengan yang kualami. Penyakit ini cukup berbahaya terutama untuk bayi dan anak-anak. Ada vaksin khusus untuk mereka, tetapi kadang anak-anak masih bisa terinfeksi meski sudah di imunisasi. Karena muntah yang terus menerus, penderita anak-anak biasanya harus dirawat. Sedangkan orang dewasa bisa di rawat di rumah. Penyakit ini akan pergi sendiri setelah beberapa minggu atau bulan (sekitar 100 hari).

Seperti yang di katakan dokter, sepertinya aku hanya harus bersabar sampai penyakit ini pergi, sambil menjaga agar Sena dan Putra tidak tertular.

Info tentang penyakit ini:

http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/whooping-cough/basics/definition/con-20023295

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s