DSLR or phone camera?

Sejak lama aku ingin belajar ilmu photography. Aku pengen bisa moto bagus kayak yang di National Geographic gitu hihi. Sebenarnya suami bisa moto sedikit, tapi dia bukan tipe pengajar yang baik, at least buatku hehe. Dia punya kamera Nikon D-60.

Hasil workshop. Taken by Nikon D60.
Hasil workshop. Taken by Nikon D60.

Aku pernah ikut workshop photography yang diadakan temanku di Den Haag. Tapi sebagian besar ilmunya sudah menguap karena jarang ku pakai. Aku hanya ingat tentang teknik penempatan objek. Objek foto jangan di taruh di area “mati”. That’s all. Aku ga inget bagaimana mengatur exposure, white balance, dll. I feel stupid. 😦

Setelah punya beberapa HP “pintar” yang mempunyai lensa bagus, aku lebih sering mengabadikan momen-2 di sekitarku dengan kamera HP. Lebih praktis, karena momen-2 itu kadang hanya sebentar dan ga terulang. Ga sempet untuk harus ambil kamera lebih dulu. Setelah punya anak, album HPku isinya foto anakku hehe πŸ˜€ Sayang dia bukan type anak photogenic, jadi foto-2 bagusnya biasanya candid dan harus di ambil beberapa kali sampai nemu foto yang bagus.

Foto ini diambil saat jalan ke pasar menyusuri kanal di kota Delft. Taken by Sony Experia.
Foto ini diambil saat jalan ke pasar menyusuri kanal di kota Delft. Taken by Sony Experia.

Kamera HP sekarang, selain memiliki lensa bagus, juga tidak memerlukan teknik khusus untuk mengatur exposure, white balance dll. Meski sebenarnya bisa di atur, tapi aku selalu mengaturnya di setting automatic. Setelah fotonya jadi, tanpa harus memindahkan filenya ke laptop, foto bisa langsung di edit dengan berbagai software editing yang bagus. Biasanya aku memakai instagram, photogrid dan photo editor. Setelah itu baru aku posting di akun instagram atau FB. Jika menggunakan kamera DSLR, aku harus memindahkan foto-2 itu ke laptop, baru bisa di edit. For me, it takes another time.

Sebenarnya aku ingin ada teman yang mengerti foto bisa menilai foto-2ku jadi aku bisa sekalian belajar. Tapi sejauh ini belum ada sih hehe…mungkin karena aku tidak secara langsung memintanya. Kebanyakan mereka hanya nge-like dan memberi komen yang lebih karena konten fotonya, bukan karena tekniknya.

Sena dan Emily di museum kereta Utrecht. Taken by Samsung S3.
Sena dan Emily di museum kereta Utrecht. Taken by Samsung S3.

Alhamdulillah sebagian foto-2ku sudah masuk ke dalam buku Best of Belanda yang kususun bersama beberapa teman. Selain itu foto-2 Sena di museum kereta Utrecht telah nongol di harian Republlika (9 July 2013 lalu). Untuk buku yang pertama, semua fotonya berasal dari kamera DSLR, sedangkan foto-2 Sena di Utrecht kuambil dengan kamera HP Samsung S3. Ternyata hasilnya lumayan bagus dan layak naik cetak. Padahal biasanya ada requirement khusus foto yang layak naik cetak.

Well, sepertinya aku akan terus belajar photography secara autodidact, meskipun mungkin hanya akan menggunakan kamera HP. Sekalian untuk melengkapi artikel-2 yang ingin kutulis. If you have time to criticize my pictures, please go a head. I’ll be grateful and appreciated. Just check out my album on instagram and facebook. Β Thanks πŸ˜€

Salah satu bunga di balkon belakang rumahku. Taken by Nikon D60.
Salah satu bunga di balkon belakang rumahku. Taken by Nikon D60.
Advertisements

6 thoughts on “DSLR or phone camera?

    1. Halo mbak Vicky, salam kenal. biasanya frame itu dibagi menjadi 9 kotak. Tiga di atas, 3 di bawah dan 3 di tengah. Area mati (dead area) itu kotak paling tengah. Objek foto biasanya tidak di tempatkan di area ini.

  1. hai pithaa, eh ada bu dokter vicky dimarih πŸ˜€
    iya sih , balik lagi ke kebutuhan masing2 user. kalo saya, lebih suka kepraktisan. jadi ya lebih suka pake kamera hp bb atau hp samsung karena bisa langsung diaplod ke sosmed.
    pan kalo dslr kudu harus dipindahin dulu ke laptop, di resize dulu. ahhh kalo dslr ada fitur sosmednya, mungkin saya mau pindah ke dslr.

    lagian kalo bawa dslr, kalo kita doang yang bisa make, kapan kita jadi objek poto? bisa2 kita terus jadi tukang potonye. hehehehe

    1. haha, itulah. Kita masih terlalu ingin jadi objek foto ya jeng Ratu, aka narsis gitu hehe…:D Biasanya fotografer profesional itu kan cuma peduli tentang foto mereka…hehe πŸ˜€

  2. wah senangnya nemu satu lg temen yg doyan fotografi.
    eh tapi skrng kamera DSLR ada yg ada wifinya juga lho.. jd gampang jg kalo mau uplod.. πŸ˜‰

    1. hoi, Sista apa kabar? hehe…senangnya ketemu lagi disini hehe. πŸ˜€ Thanks dah mampir.
      Tapi aku masih cupu lah Sis, ga kayak dkau, fotonya dah mantep hehe πŸ˜€
      Iya, ada DSLR yang dah ada wifinya, tapi dah ga ada budget buat beli lagi nih…haha..tongpes. πŸ˜›
      Keep in touch ya…muah πŸ™‚
      BTW, Happy Eid yah, mohon maaf lahir bathin πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s