Wabah chicken pox

Pertengahan bulan Mei kemarin Sena kena cacar air (chicken pox). Awalnya, di hari rabu bunda melihat bintil kecil di punggung Sena saat mandi. Bunda pikir Sena jerawatan. Kami tetap mengirimnya ke day care. Keesokan harinya bunda melihat bintil itu semakin banyak di punggungnya. Bunda memanggil ayah untuk melihatnya. Ayah langsung mengenali bintil itu sebagai cacar air. Hehe..karena bunda ga pernah kena cacar, jadi ga ngeh kalo bintil itu adalah cacar air. Kami langsung menelfon daycare mengabarakan tentang hal ini. Guru Sena menyarankan Sena tetap tinggal di rumah hingga bintilnya keluar semua dan agak mengering. Alhamdulillah Sena tidak rewel dan tetap mau makan dan minum. Tapi di malam hari dia agak demam hingga hanya mau bobo kalau di peluk bunda.

Awalnya kami bingung apakah Sena boleh mandi atau tidak. Setelah browsing dan tanya sana sini, akhirnya kami berani memandikan Sena di hari ketiga. Dia mandi pake sabun Detol. Kepalanya juga kami bersihkan pake sabun ini. Bintil di kepalanya memang banyak sekali. Bunda juga mengoleskan Kids Clin (busa menthol) ke badannya untuk meredakan gatal. Baju Sena diganti tiap pagi dan siang. Handuk dan kain lapnya juga harus sering diganti. Bunda juga “menjemur” Sena di pagi hari selama 20-30menit, kebetulan cuaca minggu itu cukup bagus.

Alhamdulillah pada hari ke 5, beberapa bintil sudah mengering dan Sena diperbolehkan masuk ke day care. Tetapi saat dia masuk, daycare sepi sekali. Ternyata banyak anak-anak yang terkena cacar juga, jadi mereka tinggal di rumah. Memang wabah cacar air biasa menyebar menjelang musim panas seperti ini. Anak yang terkena cacar diperbolehkan untuk tetap masuk ke sekolah agar bisa menularkan virus ini ke anak-anak yang lain. Para guru berharap anak-anak terkena cacar di usia muda, karena cacar di usia dewasa biasanya lebih parah dan lama sembuhnya.Β Beberapa hari kemudian bekas cacar kering di badan Sena sudah mengelupas semua. Bunda berharap bekas cacar di kulit Sena akan menghilang seiring pertumbuhan badannya. Alhamdulillah ujian cacar air ini bisa Sena lewati dengan sukses..:)

Selang 2 minggu kemudian, suatu hari, bunda merasa lemah dan capek sekali. Bunda pikir bunda sedang masuk angin atau kecapekan. Ternyata bunda kena cacar air…!!! Bintil-bintil cacar mulai muncul di badan dan wajah. Keesokan harinya seluruh badan, kepala dan wajah bunda hampir tertutup dengan bintil cacar. Mengerikan sekali kalau dilihat…:( Ternyata bunda belum pernah kena cacar sebelumnya, jadi virusnya Sena masuk ke bunda. Apalagi saat sakit kemarin Sena maunya gendong bunda terus…:)

Bunda langsung lapor ke kantor kalau kena cacar, semua meeting dan jadwal presentasi selama dua minggu kedepan bunda batalkan. Bunda tau sakit ini bakal butuh waktu cukup lama untuk sembuh. Alhamdulillah supervisor dan teman-teman di kantor mengerti keadaan ini.

Karena ada beberapa bintil yang muncul di sekitar mata dan lubang telinga, bunda menelfon dokter keluarga untuk minta saran. Sayang saat itu sedang long weekend, jadi dokter kami tutup. Akhirnya bunda harus ke UGD RS Reiner de graff-Delft. Di sana bunda di cek oleh seorang dokter perempuan. Dokter ini kaget melihat ke-parah-an bintil di badan bunda…hehe…wow, this is very bad, gitu katanya πŸ˜› Meski begitu dia tidak melakukan apa-apa terhadap bintil-bintil itu. Hanya meminta bunda untuk sabar dan mengingatkan agar tidak menggaruk bintil-bintil itu. Bahkan saat bunda minta resep obat untuk meringankan “penderitaan” ini, dokter hanya memberi resep salep menthol…haha…:D Saat menebus resep di apotek, bunda juga minta lotion calamine (yang sudah terkenal sebagai obat cacar, tapi entah kenapa dokter tidak meresepkan obat ini..fiuh). Banyak yang menyarankan untuk mengoleskan parutan jagung muda. Tapi susah sekali mencari jagung muda di sini, dan sepertinya jagung manis kalengan itu juga tidak bisa dipakai hehe..:P

Selama kena cacar bunda tetap mandi 2x sehari. Bunda mencampur air mandi dengan larutan detol, lalu mengguyurkannya ke seluruh badan. Saat bintil-bintil belum pecah, badan tidak digosok dengan sabun, tetapi setelah bintil pecah, bunda mandi seperti biasa. Setelah mandi, seluruh badan di oles dengan lotion calamine lalu “berjemur” sebentar di bawah sinar matahari untuk meredakan rasa gatal. Salep menthol bunda oleskan beberapa kali sehari. Bunda juga menderita demam selama beberapa hari, tapi suhunya tidak terlalu tinggi. Bunda usahakan tetap makan dan minum (banyak air putih dan buah-buahan), meski mulut rasanya hambar sekali. Alhamdulillah setelah 2 minggu, bunda bisa dinyatakan sembuh. Sedikit demi sedikit bintil-bintil kering itu mengelupas menyisakan bekas hitam di kulit. Entah kapan bekas itu akan hilang dan apa yang harus bunda lakukan agar bekas itu cepat hilang…bunda belum tau….

Akhirnya bunda bisa kembali ke kantor setelah absen selama 2 minggu penuh. Cacar ini adalah sebuah pengalaman yang tidak akan terlupakan…:)

 

 

 

Advertisements

6 thoughts on “Wabah chicken pox

  1. Waaah, beneran itu guru2nya sengaja biar anak2 lain kena cacar di usia muda? πŸ˜€
    Masuk akal juga sih, karena anak2 lg masa pertumbuhan, jadi bisa cepat pulih, dan bekasnya jg lebih mudah hilang. Tapi kasian anak2 yg kecil krn kan sepertinya masih blom bisa kontrol diri utk ga garuk2.. Sena garuk2 ga?

    Hohoho, baru tau jg ttg parutan jagung muda itu. Untuk hilangin bekas ato untuk meredam rasa gatalnya?

    1. Supervisorku cerita, dulu pas kecil, ibunya sengaja membawa dia maen ke rumah anak yg lagi kena chicken pox. Biar dia ketularan hehe..:P
      Sebisa mungkin aku mengalihkan perhatian Sena ke hal lain, seperti maen, menggambar dll. Jadi dia ga garuk2. Selain itu aku sering kasih busa menthol itu, jadi rasa gatalnya berkurang.
      Kalo menurut orang tua, parutan jagung muda itu untuk menghilangkan bekas luka kak Aquariandy. Tapi menurutku karena parutan jagung muda itu juga terasa dingin, secara tidak langsung juga bisa meredamkan rasa gatal hehe…:D

      1. Hohoho, sip sip πŸ˜€
        Emang kebayangnya parutan jagung muda itu rasanya dingin.. Mungkin parutan2 lain, misalnya kelapa jg bisa dipertimbangkan hahaha

  2. Kayaknya meskipun sudah pernah kena tetep ga ada jaminan ga akan kena lagi… tapi mungkin peluangnya mengecil sih, jadi tetep layak dicoba πŸ˜›

  3. pitaaa miss youuu. kok bisa tiba2 komen di blog ogut. hihihihi… mengenai cacar, jadi inget, waktu itu ogut kena cacar pas kuliah setelah pulang jalan2 ama anak2 ke bandung. Terus nularin dewi & Nopi. hehehe… mau baca2 tulisan pita ahhhh…

    1. hoi hoi Ratuuu, miss you too… hehe, aku suka baca2 blogmu dari dulu kkk, secret admirer ceritanya πŸ˜€ Haha…kok dulu aku ga ketularan dikau yah πŸ˜› Oya gimana caranya ngilangin bekas cacarnya Ratu? any advice? thanks before πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s