Perjalanan ke utara untuk menjemput ilmu

Bulan Februari ku tahun ini akan penuh dengan business trip. Di awal bulan aku harus pergi mengikuti conference di Berlin selama 4 hari, di tengah bulan aku harus melakukan experiment di Haldor Topsoe, Denmark, selama seminggu dan di akhir bulan (tepatnya awal bulan maret) aku harus mengikuti conference di Leiden selama 3 hari. Aku harus minta maaf pada Sena karena sering meninggalkannya dan pada suamiku karena harus sendirian menjaga Sena. Tapi apa boleh buat, jadwal experiment dan conferencenya memang kebetulan di bulan februari semua. Meskipun harus meninggalkan anak dan suami, aku harus tetap semangat. Semua ini untuk menjemput ilmu, agar aku bisa segera menyelesaikan program S3 ku.

Perjalanan pertamaku adalah mengikuti 2nd Electron Microscopy and Catalyst Conference di Berlin pada tanggal 5-8 February 2012. Penyelenggara conference adalah Firtz Harber Institute Berlin. Tempat conferencenya, Harnack Haus, adalah salah satu hotel yang sering dikunjungi Albert Einstein dan ilmuwan2 terkenal di tahun 30an untuk berdiskusi dan memberikan lecture. Banyak foto2 mereka yang di pajang disana. Interior hotel juga sangat bagus, mengingatkanku pada foto tempat penganugerahan nobel prize di Stockholm.

Meskipun cuaca Berlin sangat dingin, tapi tidak menyurutkan semangat para ilmuwan-2 terkenal di bidang Electron Microscope dari berbagai negara untuk datang. Bahkan invited speaker dari US tetap berusaha datang meskipun dia sempat terjebak salju di bandara Heathrow, London. Aku sangat beruntung bisa mengikuti conference ini, karena maksimal hanya 100 orang yang boleh ikut. Selain itu materi presentasi dari para invited speaker sangat bagus. Aku mempresentasikan sebuah poster tentang risetku. Abaya Datye, seorang ilmuwan TEM terkenal dari US memintaku memberikan presentasi khusus tentang risetku kepadanya, dia sangat tertarik dengan metode yang kupakai.

Dalam kunjunganku ke Berlin kali ini aku tidak berjalan2 keliling kota. Selain malas berjalan2 sendirian, suhu di Berlin masih sangat dingin, dibawah -15 oC membuatku memilih menikmati kehangatan di dalam kamar hotel saja. Aku juga tak ingin berlama2 meninggalkan Sena di rumah, jadi setelah conferencenya selesai, aku segera pulang ke Delft. Tapi dalam perjalan ke Berlin aku sempat mampir sebentar di Hannover, menjenguk Boya dan Lukman. Mereka membawaku keliling city centernya Hanover selama 2 jam. Kami sempat berfoto di atas danau beku di belakang Hannover Radhaus. Meskipun waktunya sangat terbatas, aku sangat senang dengan kunjungan singkat ini karena bisa bertemu dengan sahabat2 baikku.

di atas danau beku Rathaus, Hannover

Perjalanan keduaku adalah melakukan experiment di Haldor Topsoe, Denmark, pada tanggal 21-29 February 2012. Rencana perjalanan ini berubah-ubah setiap saat hingga 3 hari sebelum hari H aku baru memesan tiket pesawat dan memesan hotel. Seminggu sebelumnya aku dan Soren, rekan kerjaku,  mempersiapkan reaktor2 yang akan kami bawa ke Denmark.

Alhamdulillah perjalananku ke Copenhagen lancar dan aku tiba di Gentofte, sebuah kota kecil di utara Copenhagen, jam 8.30 malam. Aku sangat sedih saat mengetahui kartu kreditku tidak bisa digunakan untuk membayar hotel (harus bayar dimuka) karena limitnya sudah habis. Tapi aku bisa meyakinkan mereka bahwa aku bisa membayar keesokan harinya dan mereka memperbolehkan aku menginap malam itu. Lalu aku keluar untuk mencari makan malam. Ternyata kota itu kota kecil dan sepi. Malam itu tidak banyak toko yang buka, kalaupun ada tempat makan yang buka pasti restoran. Dasar orang “ndeso” aku masih belum bisa makan di restoran sendirian, cocoknya makan di warung. Akhirnya aku membeli pizza di toko samping hotel. Begitulah, hampir tiap malam, selama di Denmark, aku makan pizza atau burger dari toko itu.

Experimentku di sana berjalan kurang sesuai dengan harapan. Aku tidak sengaja merusak beberapa reaktor yang sudah kami siapkan. Soren juga mengalami banyak masalah dengan TEM dan gas systemnya. Tetapi kami berusaha tetap semangat dan mengerjakan apa saja yang bisa kami kerjakan. Alhamdulillah, di beberapa hari terakhir experiment kami berjalan mulus dan menghasilkan data2 yang cukup bagus. Aku pulang ke Delft lebih dulu, pada hari Rabu, sedangkan Soren pulang hari Minggu.

Nyhavn, Copenhagen

Sebenarnya perjalan pulangku cukup lancar, sampai akhirnya dompetku di copet di Schipol Airport, saat aku hendak naik kereta ke Delft. Aku langsung shock dan lemas karena semua kartu2 pentingku dan Sena ada di dalam dompet. Meskipun ada uang dalam Danish Krone di dalam dompet itu, tapi jumlahnya tidak seberapa. Alhamdulillah aku sudah mengantongi tiket kereta ke Delft, kalau tidak aku pasti tidak bisa pulang karena aku tidak punya uang sama sekali. Memang aku jarang membawa uang cash kemana2, karena setiap pembayaran bisa dilakukan dengan kartu PIN ATM. Aku segera lapor ke kantor polisi bandara dan meminta surat kehilangan agar aku bisa mengurus dokumen2 penting yang hilang. Aku segera meminta ayah untuk memblokir kartu ATMku dan menelpon Luiz untuk berjaga2 jika aku memerlukan bantuan mendadak. Soalnya ayah pasti tidak bisa meninggalkan rumah karena Sena sudah tidur. Akhirnya urusan di kantor polisi selesai jam 10 malam, dan aku sampai dirumah hamper tengah malam. Aku capek sekali tapi tidak bisa tidur karena teringat terus kejadian pencopetan itu. Seorang laki2 “sengaja” bertanya padaku untuk mengalihkan perhatian, sementara komplotan lainnya membuka tas punggungku dan mengambil dompet di dalamnya. Aku terus berusaha untuk ikhlas dan mengambil hikmah dari musibah ini.

Keesokan harinya aku segera mengurus dokumen2 penting yang hilang. Seperti perkiraanku, urusan kartu resident permit adalah yang paling susah dan mahal. Aku akan menceritakan bagian ini di postingan yang lain.

Beberapa hari kemudian aku berangkat ke tepian kota Leiden untuk mengikuti annual conference catalysis engineer seluruh Belanda. Conference ini berlangsung selama 3 hari, tapi aku hanya menginap di sana pada hari kedua karena aku harus mempresentasikan sebuah poster di sana hari itu. Seperti biasa (aku sudah mengikuti conference ini sebanyak 4x) tidak ada hal yang istimewa dari conference ini. Tidak satupun oral dan poster presentation yang berhubungan dengan risetku. Aku selalu merasa menjadi orang asing. Memang aku mengikuti coference ini tidak lebih karena di”haruskan” datang oleh profesorku. Meskipun aku merasa bidang risetku berbeda dengan topik inti conference ini.

Sebuah musibah datang lagi padaku. AKu kehilangan mug kopi yang baru kubeli di Berlin. Mungkin tertinggal di bis saat aku pulang di hari pertama. Entah mengapa aku sangat ceroboh dan sial sekali akhir2 ini. Mungkin karena aku kurang bersyukur dan harus lebih mendekatkan diri pada Allah. Semoga yang berhak kudapatkan akan kudapatkan dan yang hilang sepertinya memang bukan rejekiku untuk mendapatkannya.

Akhirnya perjalananku menjemput ilmu di bulan ini berakhir. Aku harus tetap bersemangat karena di Delft telah menunggu data2 dari Denmark, report dan thesis yang harus kutulis.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s